Apa Saja Jenis-jenis Cokelat Couverture?

Apa Saja Jenis-jenis Cokelat Couverture?

Para pastry chef, chocolatier, dan food creator Indonesia sudah mulai familiar dengan cokelat couverture. Food Creator bahkan sudah mulai menjumpainya di berbagai toko bahan kue kesayanganmu. Karena pasar penikmat jenis cokelat ini sudah mulai banyak peminatnya, tak heran berbagai produk yang menggunakan cokelat couverture memiliki cita rasa manis dan pahit cokelat yang lebih lezat, serta hasil aplikasi yang mengkilap.

Couverture yang berasal dari bahasa Prancis memiliki arti covering atau melapisi. Karena cokelat couverture mengandung lemak kokoa yang lebih banyak dari jenis cokelat lainnya, maka cokelat tersebut dapat lebih cair saat dilelehkan dan lebih mudah mengalir saat proses pengerjaan (tidak kental) sehingga dapat mempermudah para pastry chef dan chocolatier bekerja, serta berkreasi dengan cokelat.

Sebuah cokelat dapat dikatakan sebagai cokelat couverture jika mengandung total pasta kokoa dari 35%, di mana tidak kurang 31% di antaranya adalah lemak kokoa serta tidak kurang dari 2,5% padatan kokoa bebas lemak kokoa. Jadi, tidak semua cokelat yang dibuat dari pasta kokoa dan lemak kokoa dapat disebut cokelat couverture.

Pada kemasan cokelat, sudah umum ditemui persentase kakao, seperti 32%, 64%, 70%, 80%, dan lain-lain. Persentase kakao (% Cacao) ini menunjukkan total persentase bahan baku (dalam berat/weight) pada cokelat tersebut, yang berasal dari biji kakao, termasuk pasta kokoa (cocoa mass) dan lemak kokoa (cocoa butter).

Berdasarkan jenisnya, cokelat couverture memiliki tiga jenis di antaranya:

1. Dark Chocolate Couverture

Dark Chocolate Couverture berkualitas baik biasanya memiliki kadar pasta kokoa yang lebih tinggi dan tidak menggunakan tambahan susu bubuk, sehingga menghasilkan cokelat yang fokus pada cita rasa asli biji kakao yang digunakan dalam proses pengolahannya.

2. Milk Chocolate Couverture

Milk Chocolate Couverture harus mengandung kadar pasta kokoa tidak kurang dari 25% (termasuk minimal 2,5% padatan kokoa bebas lemak kokoa) dan tidak kurang dari 14% padatan susu (termasuk minimal 3,5% lemak susu), dan total lemak kokoa tidak kurang dari 31%. Eksperimen pada milk chocolate pun menjadi trend di industri cokelat, seperti yang dilakukan MAST Brothers Chocolate dengan produknya 60% Goat Milk Chocolate.

3. White Chocolate Couverture

Terlepas dari kontroversi mengenai apakah white chocolate dapat dikatakan sebagai cokelat karena sama sekali tidak mengandung pasta kokoa, akan tetapi keberadaan white chocolate telah banyak digunakan oleh para chef dan chocolatier dunia untuk membuat beragam aplikasi.

White chocolate harus mengandung kadar lemak kokoa tidak kurang dari 20% dan kadar padatan susu tidak kurang dari 14%. Saat ini, selain classic white chocolate, terdapat juga beberapa variasi white chocolate seperti caramelized/ ‘blond’ white chocolate dan flavoured white chocolate.

Sekarang Food Creator sudah lebih kenal dengan cokelat couverture kan? Untuk memenuhi permintaan customer, Colatta juga menghadirkan Chocolate Couverture dengan series-nya, yaitu Colatta Dark Couverture 56% (Rinjani), Colatta Dark Couverture 60% (Kintamani)Colatta Dark Couverture 70% (Sentani), Colatta Chocobitz Dark Couverture, Colatta Stick Dark Couverture, Colatta Milk Couverture, dan Colatta White Couverture.

Leave a comment

Recent comments (0)

Be the first to comment.